|
||||
|
Tutorial ini ditujukan untuk pengguna PMDG Boeing 737 NG series. Untuk menggunkan tutorial ini, simmers diasumsikan sudah paham:
1. Melakukan maneuver dengan pesawat ini setidaknya dengan Autopilot dan FMC Boeing 737 NG series dari PMDG. 2. Melakukan descent planning untuk turun sampai ke initial approach altitude
Beberapa komponen penting saat melakukan ILS Approach:
1. Localizer Frequency dan Final Approach Course Dapatkan data ini dari Chart (approach plate) anda. Untuk ILS RW25R, ICGR pada frekuensi 110.90 and 248 derajat. Frekuensi ini akan dimasukan ke VHF navigation radio receiver NAV1 dan NAV2 yang ada di pesawat. PS. Anda juga bisa mendapatkan informasi dari frequency dan course ini dari FMC (gambar 2). 2. Initial Approach Altitude Ini adalah altitude awal untuk melakukan approach dan juga didapat dari chart. Kita selalu meng-intercept glideslope "dari bawah". Untuk RW25R Soekarno-Hatta, altitude ini adalah 2000 ft. Sebagai tambahan: 3. Final approach speed (Vref) and landing flap Di FMC dapat dipilih reference speed (Vref) dan flap setting untuk landing di FMC (gambar 2). Selanjutnya, anda sudah siap untuk melakukan ILS approach ke RW 25R di Soekarno-Hatta International Airport. Apabila NAV1 sudah di set ke 110.90, setelah semakin dekat dengan runway, signal dari localizer (LLZ) sudah dapat ditangkap dan akan diidentifikasikan di PFD. Gambar 3 menunjukkan bahwa signal diidentifikasikan sebagai ICGR. Dengan merubah setting dari ND selector ke APP mode anda akan melihat di Navigation Display CDI needle untuk localizer dan glideslope. Liat gambar 4. Saat signal dari glideslope sudah ditangkap, akan terlihat pula CDI dari glideslope di PFD. Untuk mengikuti signal dari localizer, tekan VOR/LOC button di glareshield (MCP) dan pastikan bahwa VOR/LOC mode armed di PFD yang ditunjukkan dengan tulisan VOR/LOC dengan warna putih. Perhatikan Gambar 5. Semakin dekat dengan localizer, VOR/LOC mode akan engaged dan ini bisa dilihat di gambar 6 bahwa tulisan VOR/LOC di PFD yang tadinya berwarna putih telah berubah menjadi warna hijau. Di gambar 7, localizer alive dan Autopilot membawa pesawat anda untuk mengarah sesuai dengan final approach course. Pastikan kembali NAV2 sudah di set ke 110.90 karena untuk membawa pesawat mengikuti glideslope, NAV 2 harus di set ke ILS frequency (gambar 8). Ketika glideslope alive (ditandai dengan diamond glideslope yang berwarna magenta menjadi penuh warnanya), tekan tombol APP di glareshield dan engaged CMD B Autopilot (Gambar 9). Setelah itu, pastikan kembali bahwa G/S mode armed di PFD dan SINGLE CH terlihat di PFD. Di gambar 10, G/S mode sudah engaged seperti terlihat di PFD dan pesawat sudah mulai pitch down dan turun seperti diindikasikan di Vertical Speed Indicator. Gambar 10: Final 25R Gambar 11: VOR/LOC mode dan G/S mode engaged, pesawat sudah berada di localizer (established RW25R) dan di glideslope. Tutorial ini tidak membahas soal flare yang dilakukan sebelum touchdown. Selamat terbang, safe flight dan selamat mencoba! | ||||
Senin, 24 September 2012
ILS Approach - a quick tutorial for PMDG 737NG
Senin, 17 September 2012
spesifikasi kapal induk
Orang
menyebutnya sebagai benteng terapung. Sosoknya yang besar benar-benar
mampu menggetarkan musuh. Itulah kapal induk. Kapal yang dibangun untuk
tujuan militer dengan ukuran yang sangat besar dengan bobot ribuan ton
yang pernah dibuat orang. Jika disebutkan kapal induk, maka
bayangan orang adalah sebuah kapal besar dengan landasan pesawat terbang
di decknya tentunya lengkap dengan barisan pesawat tempurnya dan memuat
ribuan personil dan peralatan perang. Lalu orang pun mengibaratkan kapal induk sebagai rajanya lautan. Dari gambaran seperti itu, orang sudah bisa membayangkan juga betapa dahsyatnya efek tempur dari kapal ini. Dalam beberapa misi militer kapal raksasa ini telah menunjukkan keperkasaannya. Misalnya pada operasi Desert Strom dan Iraqi Freedom yang didukung oleh USS Nimitz, kapal induk terbesar di dunia, milik Amerika itu.
Untuk membangun atau memiliki sebuah kapal induk memang diperlukan biaya yang sangat besar dan penguasaan tekhnologi yang canggih. Karena itu jumlah negara yang memiliki kapal induk sangat sedikit. Disini bisa kita sebutkan misalnya Amerika, Inggris, Perancis, Rusia, Italia, Belanda, India, Thailand, Sepanyol, China, dan Brazil.
Menurut wikipedia versi Indonesia, kapal induk atau dalam bahasa Inggris disebut Carrier Vessel (CV) adalah kapal yang memuat pesawat tempur dalam jumlah besar. Berfungsi untuk memindahkan kekuatan udara ke dalam armada angkatan laut sebagai pendukung operasi angkatan laut. Dalam banyak operasi militer, dari kapal induk inilah komando operasi dikendalikan.
Pada awal kesertaanya dalam dunia militer, kapal induk pertama kali dioperasikan oleh angkatan laut kerajaan Inggris. Negara yang selama beberapa abad menguasai hampir semua sisi samudera di dunia. Sesuai dengan semboyan mereka, Britain Rules The Wave, Inggris yang mengendalikan gelombang. Tapi pada awal sejarahnya hingga pada kancah perang dunia pertama, kapal induk belum digunakan secara optimal atau unggulan oleh banyak negara adikuasa pada masa itu, termasuk Inggris.
Angkatan
laut Jepang (Kaigun) adalah kekuatan militer yang berhasil pertama kali
menggunakan kapal induk untuk mendukung sebuah serangan militer. Itu
terjadi pada serangan Pearl Harbour yang terkenal itu. Sebuah moment
yang telah jadi pemicu perang dunia kedua. Salah satu kapal induk Jepang
yang terkenal pada waktu itu adalah Akagi. Kapal yang pertama kali
aktif di jajaran angkatan laut Jepang pada tahun 1927 ini memiliki bobot
hingga 30.000 ton. Panjangnya 234 meter serta mampu mengangkut 60
pesawat tempur dan 1.600 awak.Belajar dari keberhasilan Jepang pada serangan itu, telah membuat negara-negara barat menyadari bahwa kapal induk bisa dijadikan sebagai alat perang yang sangat mematikan. Semula mereka lebih mengandalkan jenis kapal jelajah, kapal perusak, dan tentunya kapal selam juga. Kapal induk masih dinilai rentan terhadap serangan udara musuh. Sejak menghadapi kekalahan pahit di Pearl Harbour itu, Amerika dan sekutunya mulai mengoptimalkan kekuatan benteng terapung ini.
Pertempuran antar kapal induk pertama kali terjadi di laut Coral, sebuah kawasan di Samudera Pasifik. Angkatan laut Amerika berhadapan dengan angkatan laut Jepang. Pertempuran ini mengakibatkan Amerika kehilangan satu kapal induknya, Lexington, dan beberapa kapal lainnya. Sementara Jepang juga kehilangan kapal induknya yang bernama Shoho, sebuah kapal induk kelas ringan. Pertempuran laut yang dahsyat serta melibatkan beberapa kapal induk itu adalah untuk memperebutkan pangkalan laut Port Moresby.
Dalam perkembangan berikutnya, beberapa negara maju mulai membuat kapal induk yang lebih besar dan lebih canggih. Orang pun mulai membagi jenis kapal induk. Misalnya dari jenis bahan bakar yang digunakan untuk menggerakan kapal, terbagi menjadi dua, yaitu kapal induk nuklir dan kapal induk konvesional. Beberapa kapal induk yang menggunakan tenaga nuklir milsanya USS Enterprise (AS), USS Abraham Lincoln (AS), USS Dwight D. Eissenhower (AS), dan Charles de Gaulle (Perancis). Sedangkan kapal induk konvensional (bertenaga diesel) misalnya Giuseppe Garibaldi milik (Italia), RTN Chakkri Narrubet (Thailand), Admiral Kuznetsov (Rusia), dan Karel Doorman (Belanda).
Karena kapal ini juga menjadi pangkalan udara militer, maka menurut jenis landasan terbangnya kapal induk juga dibagi menjadi 2 jenis. Yaitu :
Kapal Induk Konvensional (CTOL)
Kapal induk jenis ini memiliki landasan terbang dengan metode Conventional Take Off Landing (CTOL) atau landasan terbang yang hampir mirip landasan pesawat terbang konvensional. Kapal induk jenis ini biasanya memiliki ukuran yang sangat besar karena geladakanya digunakan sebagai tempat peluncuran ataupun pendaratan pesawat secara konvensional. Karena landasan terbangnya lebih sempit dibanding landasan terbang yang biasa dibangun di darat makan pada landasan itu juga dilengkapi dengan catapult (ketapel) untuk peluncuran dan kabel arrester untuk membantu menahan pesawat yang sedang mendarat (landing). Kapal induk jenis ini misalnya 25 de Mayo (Argentina), Charles de Gaulle (Perancis), dan USS Ronald Reagen (Amerika).
Kapal Induk STOVL
Kapal induk jenis ini dimasukkan sebagai kapal induk berukuran ringan atau sedang. Lebih kecil dibanding kapal induk konvensional seperti disebut terdahulu. Biasanya dilengkapi dengan sky jump yang berguna untuk peluncuran pesawat. Sedangkan untuk pendaratan pesawat dilakukan secara vertikal. Oleh sebab itu kapal induk jenis ini hanya mengangkut pesawat tempur jenis tertentu. Misalnya helikopter AV-8 Harrier, Harrier II Plus, dan YAK 141 Freehand. Kapal induk STOVL inilah yang banyak digunakan karena biaya pembuatan atau perawatannya lebih ringan dibanding kapal induk jenis CTOL yang ukurannya lebih besar. Contoh kapal induk STOVL misalnya RTN Chakkri Narrubet (Thailand), Virrat dan Vikrant (India), HMS Invincible dan HMS Ark Royal (Inggris), Guiseppe Garibaldi (Italia), dan Novorossysk (Rusia).
Berikut ini disertakan juga contoh spesifikasi dari beberapa kapal induk yang diambil dari beberapa situs. Meliputi bobot, dimensi, negara pemilik, serta tahun pembuatan atau pertama kali dioperasikan.
Shoho Class (Jepang)
Bobot: 11.000-14.000 ton.
Panjang 185 meter.
Mulai bertugas 26 Januari 1942.
Giuseppe Garibaldi (Italia)
Bobot: 10.000-13.000 ton.
Panjang 180 meter.
Mulai diluncurkan 11 juni 1983.
Furious (Inggris)
Bobot 19.000-22.000 ton.
Panjang 224 meter
Pertama kali dioperasikan pada tanggal 26 Juni 1917.
Lexington (Amerika)
Bobot: 38.000-39.000 ton.
Panjang: 250 meter.
Mulai bertugas 14 Desember 1927.
Akagi (Jepang)
Bobot: 29.000-30.000 ton.
Panjang 234 meter.
Dioperasikan sejak tanggal 25 Maret 1927.
Nimitz Class (Amerika)
Yang termasuk Nimitz Class di antaranya Nimitz, Dwight D. Eissenhower, Carl Vinson, dan Theodore Roosevelt.
Bobot: 81.000-82.000 ton.
Panjang: 316 meter.
Pertama kali dioperasikan pada tanggal 3 Mei 1975.
Moskwa Class (Rusia)
Bobot: 14.000-18.000 ton.
Panjang 190 meter.
Dioperasikan sejak bulan Juli 1967.
Charles de Gaulle (Perancis)
Bobot: 40.000 ton.
Panjang: 238 meter.
Beroperasi pertama kali pada September 2000.
Karel Doorman (Belanda)
Bobot: 13.000-20.000 ton.
Panjang 151 meter.
Mulai dioperasikan pada tahun 1946.
HMS Invincible (Inggris)
Bobot: 20.700 ton
Panjang: 206 meter
Lebar: 27,5 meter
Dioperasikan sejak tahun 1980
Admiral Kuznetsov (Rusia)
Bobot: 68.100 ton
Panjang: 300 meter
Dioperasikan sejak tahun 1995
USS Ronald Reagen (Amerika)
Bobot: 100.000 ton
Panjang: 335 meter
Dioperasikan sejak tahun 2003
Bagaimana
dengan Indonesia? Ada yang mengatakan bahwa Indonesia paling tidak
perlu mempunyai 4 kapal induk karena kawasan perairannya yang luas. Tapi
ada juga yang menanggapi bahwa Indonesia tidak perlu memiliki kapal
induk karena kawasannya yang memiliki banyak pulau. Pulau-pulau itulah
yang bisa difungsikan sebagai “kapal induk”. Sebagai perantara untuk
memobilisasi kekuatan ataupun perbekalan militer. Toh Indonesia tidak
memiliki koloni diluar NKRI yang perlu diawasi setiap saat. Bagaimana
pendapat Anda?uss air force
Pilot
Officer
Minimum Education Requirement:
bachelor's degree
bachelor's degree
Keywords:
Related Videos
Other Things to Explore
Career Description
Taking control of one of the most advanced aircraft
in the world — and pushing its performance to the limit — requires
extraordinary skill and precision, and Air Force pilots make it look
easy. While successfully completing their missions is paramount, the
role of pilots as leaders and character models is just as important
since they train and command crews in addition to flying. Air Force
pilots deploy around the world to wherever there's a need as fighters,
trainers, bombers, advisers and more.
Career Tasks
- Master of all aspects of advanced aviation
- Specialize in a specific aircraft and skill set
- Lead and train a crew
Relevant Interests & Skills
You might like this position if you have interests in these areas:- Aircraft
- Weaponry and Materiel
- Business, Operations and Administrative
- Leadership
Becoming an Officer
To become an officer in the Air Force, you'll enter a
rigorous 12-week Officer Training School that will challenge you
physically and mentally while preparing you to be a leader.
Selasa, 11 September 2012
spesifikasi antonov An-225
Antonov An-225
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| An-225 Mriya | |
|---|---|
|
|
|
| Tipe | Pesawat Kargo |
| Produsen | Antonov |
| Perancang | Antonov |
| Terbang perdana | 21 Desember 1988 |
| Status | Beroperasi |
| Pengguna | Antonov Airlines (1) |
| Tahun produksi | 1988 |
| Jumlah produksi | 2 (1 digunakan) |
| Acuan dasar | Antonov An-124 |
Dahulu pesawat ini digunakan untuk mengangkut pesawat ulang alik Buran menggantikan Myasishchev VM-T. Namun seiring dengan bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991 dan proyek Buran yang tidak dilanjutkan lagi tahun 1993 pesawat ini terpaksa tidak beroperasi (tidak tampak) selama hampir 8 tahun. Pada tahun 2001, pesawat ini kembali dioperasikan dengan menjadi pengangkut berat yang bernomor penerbangan UR-82060 (yang sebelumnya СССР-82060) sampai sekarang.
Sebenarnya, pesawat ini akan dibuat dua unit. Namun hanya satu yang selesai dan digunakan (UR-82060), sedangkan yang kedua dijadwalkan rampung pada tahun 2008 lalu ditunda. Sampai Agustus 2009, pesawat kedua tidak rampung juga dan pengerjaannya telah ditinggalkan.
|
An-225 di Manchester Airport tahun 2006
|
Daftar isi |
Operator
Spesifikasi (An-225)
Data dari Vectorsite,
Karakteristik umum
- Kru: 6
- Payload: 250,000 kg
- Panjang: 84 m
- Lebar sayap: 88.4 m
- Tinggi: 18.1 m
- Luas sayap: 905 m2
- Bobot kosong: 285,000 kg
- Bobot maksimum lepas landas: 600,000 kg
- Mesin: 6× ZMKB Progress D-18 turbofans, 229.5 kN masing-masing
Kinerja
- Laju maksimum: 850 km/h (460 knots, 530 mph)
- Laju jelajah: 800 km/h (430 knots, 500 mph)
- Jarak jangkau:
- Bahan bakar penuh: 15,400 km
- Batas tertinggi servis: 11,000 m
- Beban sayap: 662.9 kg/m²
- Dorongan/berat: 0.234
Lihat pula
Pengembangan SerupaPesawat Serupa
- C-5 Galaxy
- Convair XC-99
- Airbus A380
- Airbus Beluga
- Boeing 747 Large Cargo Freighter
- Myasishchev VM-T
- Boeing 747 Shuttle Carrier Aircraft
- Spruce Goose
Pranala luar
| Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai: |
- Official An-225 web page
- An-225 - buran-energia.com
- AN-225 landing at Schiphol EHAM, Amsterdam
- An-225 - YouTube.com The worlds biggest planes: Antonov An-225 in comparison with Airbus A380-800, Airbus A340-600 and Boeing 747-400
- Antonov An-225-full loading specs
- Second Antonov An-225 Mriya (line no. 01-02) under construction at Aviant-Kiev Aviation Plant. Kiev-Svyatoshino (UKKT), Ukraine, September 19, 2004
- Payloads
- An-225 at RAF Brize Norton November 2007
- Antonov_225_Mriya.kmz .kmz file for Google Earth, marking an An-225 at Gostomel Airport
- Fly over An-225 Mriya at Gostomel Airport using images and The API of GoogleMaps
- Satellite image at 50 35'20.57"N 30 12'22.00"E on Google Maps, at UKKM Gostomel "Antonov" Airport north-west of Kiev, Ukraine.
- An-225 (An-225-100) "Мрiя", Antonov OKB (NATO Cossack)
|
||||||||||||||||||||||||||||||
| Artikel bertopik pesawat terbang dan penerbangan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
spesifikasi f-117
F-117 Nighthawk
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| F-117 Nighthawk | |
|---|---|
|
|
|
| Tipe | Pesawat pengebom siluman Pesawat serang darat siluman[1] |
| Produsen | Lockheed Martin |
| Terbang perdana | 18 Juni 1981 |
| Dipensiunkan | 2008[2] |
| Status | Dipensiunkan |
| Pengguna | Amerika Serikat |
| Jumlah produksi | 59 (55 aktif) |
| Harga satuan | US$45 juta (1983) |
| Acuan dasar | Lockheed Have Blue |
F-117A banyak mendapatkan publikasi pada masa Perang Teluk. Kini Angkatan Udara Amerika Serikat berencana untuk mempensiunkan F-117, dikarenakan akan mulai dipakainya F-22 Raptor yang lebih efektif. F-117 akan mulai dipensiunkan secara bertahap dari Oktober 2006 sampai 2008,[3][4] dan sudah tidak ada lagi pilot baru yang dilatih untuk menggunakan pesawat ini.[5][6][7]
Daftar isi |
Penamaan
Penamaan huruf "F-" pada pesawat ini secara resmi tidak pernah dijelaskan. Namun, diperkirakan penamaan ini menggunakan konvensi penamaan pesawat militer Angkatan Udara Amerika Serikat sebelum tahun 1962, misalnya seperti F-111. Pada pesawat militer Amerika Serikat setelah tahun 1962, penamaan "F-" biasanya untuk pesawat tempur udara ke udara, "B-" untuk pesawat pengebom, "A-" untuk pesawat serang darat, dan "C-" untuk pesawat kargo (contohnya F-15 Eagle, B-2 Spirit, A-6 Intruder, dan C-130 Hercules). Pesawat siluman ini merupakan pesawat serang darat, karena itulah huruf awal "F-" dan penomorannya masih menjadi misteri.Baru-baru ini sebuah film dokumentasi yang mewawancarai seorang anggota senior tim pengembangan F-117, mengatakan bahwa pilot-pilot terbaik akan lebih tertarik untuk mencoba pesawat "F-", dibandingkan pesawat "B-" atau "A-".[8]
Spesifikasi
Data dari National Museum[9]
Karakteristik umum
- Kru: 1
- Panjang: 65 ft 11 in
- Lebar sayap: 43 ft 4 in
- Tinggi: 12 ft 9.5 in
- Luas sayap: 780 ft²
- Bobot kosong: 29,500 lb
- Bobot terisi: 52,500 lb
- Mesin: 2× General Electric F404-F1D2 turbofans, 10,600 lbf masing-masing
Kinerja
- Laju maksimum: Mach 0.92 (617 mph, 993 km/h)
- Laju jelajah: Mach 0.92
- Jarak jangkau: 930 NM[10]
- Batas tertinggi servis: 69,000 ft
- Beban sayap: 65 lb/ft²
- Dorongan/berat: 0.40
Persenjataan
- 2 × internal weapons bays with one hardpoint each (total of two weapons) equipped to carry:
- Bombs:
- BLU-109 hardened penetrator
- GBU-10 Paveway II laser-guided bomb
- GBU-12 Paveway II laser-guided bomb
- GBU-27 Paveway III laser-guided bomb
- JDAM INS/GPS guided munition
- Bombs:
Lihat pula
Pengembangan yang berhubungan
Pesawat sebanding
Daftar yang berhubungan
Lain-lain
Referensi
- Notes
- ^ "Factsheets : F-117A Nighthawk". United States Air Force Link. 1 Oktober 2005.
- ^ http://www.scsun-news.com/news/ci_5103964
- ^ http://www.elpasotimes.com/ci_5089211
- ^ http://www.boston.com/news/globe/ideas/articles/2007/02/04/now_you_see_it/
- ^ "US Plans to Retire B-52s, C-21s, F-117 & U-2 for more F-22s ", Defense Industry Daily, 2006-01-12. Diakses pada 20 Januari 2007.
- ^ Rogers, Keith, "Stealth jets bound for 'boneyard' ", Las Vegas Review-Journal, 2006-02-16. Diakses pada 20 Januari 2007.
- ^ "F-117 pilot school closes ", Air Force Times.
- ^ Stealth and Beyond: Air Stealth [[TV-series]]. The History Channel.
- ^ Lockheed F-117A Nighthawk fact sheet. National Museum of the US Air Force.
- ^ Goebel, Greg. F-117 Development. Air Vectors, 1 February 2003. Retrieved: 12 June 2007.
- Bibliografi
- Aronstein David C. and Albert C. Piccirillo. HAVE BLUE and the F-117A. Reston, VA: AIAA, 1997. ISBN 1-56347-245-7.
- Crickmore, Paul F. and Alison J. Nighthawk F-117 Stealth Fighter. St. Paul, Minnesota: Motorbooks, 2003. ISBN 0-7603-1512-4.
- Crocker, H.W. III. Don't Tread on Me. New York: Crown Forum, 2006. ISBN 978-1400053636.
- Donald, David, ed. Black Jets: The Development and Operation of America's Most Secret Warplanes. Norwalk, Connecticut: AIRtime Publishing Inc., 2003. ISBN 1-880588-67-6.
- Fisk, Robert. The Great War for Civilisation: The Conquest of the Middle East. New York: Alfred Knopf, 2006. ISBN 1-84115-007-X.
- Miller, Jay. Lockheed F-117 Stealth Fighter. Arlington, Texas: Aerofax Extra, 1990. ISBN 0-94254-848-5.
- Rich, Ben R. Skunk Works. New York: Back Bay Books, 1994. ISBN 0-316-74330-5.
- Sun, Andt. F-117A Stealth Fighter. Hong Kong: Concord Publications Co., 1990. ISBN 962-361-017-3.
- Winchester, Jim, ed. "Lockheed F-117". Modern Military Aircraft (Aviation Factfile). Rochester, Kent, UK: Grange Books plc, 2004. ISBN 1-84013-640-5.
- The World's Great Stealth and Reconnaissance Aircraft. New York: Smithmark, 1991. ISBN 0-8317-9558-1.
Pranala luar
| Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai: |
- F-117A Nighthawk U.S Air Force history page
- The 49th Fighter Wing at Holloman Air Force Base
- F-117A.com - The "Black Jet" website (a comprehensive site)
- F-117 article and Stealth article on Centennial of Flight web site
- F-117A Nighthawk page on AirAttack.com
- F-117A Nighthawk page on FAS.org
- Lockheed F-117 Stealth Fighter on Vectorsite.net
- "Filling the Stealth Gap," in Air and Space Power Journal Fall 2006
- The Advent, Evolution, and New Horizons of United States Stealth Aircraft
- "The Secrets of Stealth" on Discovery Military Channel
- Austrian Radar Plots on acig.org
- CNN - U.S. plane shot down, pilot rescued - March 27, 1999
- F-117 Crash at Air Show in Baltimore, 1997
- (Jerman) Austrian article about interception of F-117
| Artikel bertopik pesawat militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
| Artikel bertopik pesawat terbang dan penerbangan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
Langganan:
Postingan (Atom)