Kamis, 30 Agustus 2012

tragedi adam air

Tragedi AdamAir Tercipta di Cockpit

MISTERI kecelakaan pesawat AdamAir  DHI 574 dari Surabaya-Manado di perairan Majene, Sulawesi Barat, 1 Januari 2007, akhirnya terungkap lewat rekaman kotak hitam.  Tragedi  tewasnya 85 orang dewasa, 7 anak-anak, 5 balita, 4 awak kabin serta pilot dan kopilot itu sangat mengerikan.
Dari rekaman, flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR) yang diangkat dari dasar laut, delapan bulan kemudian, tepatnya 27 dan 28 Agustus 2007, diketahui kalau tragedi AdamAir di Majene, akibat pilot mengalami masalah navigasi.
Disebutkan, tragedi berawal saat pesawat yang dipiloti Kapten Revi Agustian Widodo dan kopilot Yoga berada di ketinggian 35 ribu kaki. Saat itulah pilot dan kopilot  menghadapi masalah  inertial reference system (IRS)  selama 13 menit terakhir penerbangan. Saat itu autopilot dalam posisi on menahan posisi stir kemudi aileron 5 derajat ke kiri.sehingga sayap miring ke kiri.
Kru pesawat kemudian memutuskan memindahkan IRS kanan dari posisi NAV (navigation) ke posisi ATT (attitude).  Hal ini biasa dilakukan saat pesawat di darat. Akibatnya autopilot malah jadi off atau disengaged. Pesawat pun perlahan miring ke kanan.
Alarm  alarm peringatan autopilot mati berbunyi di ruang kokpit. Tapi tak lama bunyi itu menghilang, diduga tidak sengaja dimatikan oleh pilot dan kopilotnya. Perhatian mereka berdua terfokus untuk mengoreksi IRS. Karena autopilot mati, seharusnya dikemudikan secara manual oleh pilot. Namun mereka tidak sadar kalau autopilot mati. Pesawat terbang tanpa kendali.
Menurut investogator KNKT Mardjono, bila IRS bermasalah, pesawat masih bisa terbang. Apabila alat ini bermasalah, maka sebaiknya tidak usah diotak-atik dan menghubungi tower bandara.Sejurus kemudian terdengar  bank angle sebanyak 3 kali, yang merupakan peringatan pesawat miring ke kanan melewati 35 derajat. Ketika bank angle 100 derajat dengan pitch attitude mendekati 60 derajat nose down, pilot tidak berusaha memiringkan pesawat ke sisi sebaliknya untuk menyeimbangkan.
Tidak terdapat tanda-tanda kedua pilot dapat mengendalikan pesawat secara tepat dan seksama sesudah peringatan bank angle berbunyi. KNKT menyebut, kecelakaan terjadi sebagai kombinasi beberapa faktor termasuk kegagalan kedua pilot dalam intensitas memonitor instrumen penerbangan, khususnya dalam 2 menit terakhir penerbangan.
Burung besi itu pun meluncur ke bawah dengan kecepatan 330 meter per detik atau sekitar 1.050 km per jam. Saat itu, pilot baru berusaha memegang kendali pesawat secara manual. Mereka belum menyadari kemiringan pesawat lantaran kemiringan terjadi sangat perlahan, yakni 1 derajat per detik. Kepanikan pun menyergap kedua pilot itu ketika menyadari pesawat miring.
Keduanya sempat membuka quick reference hand book yang tersedia pada chapter 11. Sayangnya mereka hanya membaca judul tanpa melakukan prosedur yang tertera dalam buku tersebut. Upaya mengendalikan pesawat terlambat dilakukan, pesawat menghujam ke laut dan hancur berkeping-keping.
Kesimpulannya, tragedi AdamAir sangat disesalkan karena seharusnya tidak terjadi jika pilot dan copilot selalu waspada dan mengikuti presedur jika menghadapi masalah di udara. Kasus ini juga mengingatkan agar awak pesawat benar-benar harus profesional sehingga bisa menguasai pesawatnya.
Pilot pesawat juga harus mampu mengambil keputusan dengan prioritas pertama keselamatan penumpang. Keputusan itu juga termasuk perlu tidaknya terbang atau  mendarat jika cuaca tidak menjamin keselamatan penerbangan.(*)

8 Responses to “Tragedi AdamAir Tercipta di Cockpit”

Robert Manurung Says:
Seharusnya Departemen Perhubungan menyelidiki Adam Air. Pasalnya, kecelakaan itu terjadi kemungkinan besar karena adanya pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan penerbangan. Apakah Adam Air mengorbankan standar keselamatan tersebut untuk menekan cost; demi meningkatkan daya saing dalam perang tarif yang gila-gilaan itu ?
RM
http://ayomerdeka.wordpress.com/

tragedi sukhoi


Kisah Mistis di Balik Tragedi Sukhoi

Kisah Mistis di Balik Tragedi Sukhoi
Hilangnya pesawat komersial Sukhoi Superjet 100 menebar pula cerita mistis. Ada larangan gaib yang dilanggar pesawat bikinan Rusia ini.
Oleh: riza pahlevi
Jabar - Kamis, 10 Mei 2012 | 09:32 WIB
INILAH, Bandung – Hilangnya pesawat komersial Sukhoi Superjet 100 menebar pula cerita mistis. Ada larangan gaib yang dilanggar pesawat bikinan Rusia ini.
“Hilangnya pesawat tersebut kemungkinan terjadi karena salah satu awak pesawat ada yang melanggar pantangan atau larangan saat melewati Gunung Salak,” kata juru kunci Gunung Salak, Rantam, kepada INILAH, Rabu (9/5).
Rantam mengatakan, Gunung Salak memang tergolong salah satu tempat yang berbau mistis. Oleh karena itu, setiap orang yang melewatinya harus mempunyai tata krama atau izin kepada pihak penunggu gunung.
“Saat ini saya bersama tim (gaib) sedang berusaha mencari keberadaan pesawat tersebut. Untuk saat ini saya belum bisa menggambarkannya karena masih gelap atau belum kelihatan hilangnya pesawat tersebut,” ungkapnya.
Rantam pun mengajak semua pihak untuk berusaha dan berdoa. Dengan begitu, mudah-mudahan pesawat nahas itu cepat ditemukan dan penumpang yang ada dalam keadaan selamat.
Kisah mistis juga diungkap Ebenhard Hotma Panggabean, adik kandung Edward Edo M, salah seorang penumpang. Dia menyatakan dirinya menyandarkan keyakinannya kepada paranormal.
“Informasi yang saya terima, pesawat pecah dua. Kalau malam ini bisa ditemukan, kemungkinan penumpang yang selamat, besar,” kata Eben mengutip terawangan dari seorang paranormal melalui percakapan telepon, Rabu (9/5) malam atau tujuh jam setelah pesawat hilang.

Eben menceritakan obrolannya dengan paranormal itu kepada dua saudaranya yang juga menunggu cemas. “Berarti harus ditemukan malam ini juga,” kata perempuan berkacamata yang merupakan kerabat Eben.

Eben merupakan adik Edward M Panggabean, penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 yang hilang kontak pada pukul 14.33 WIB. Edward merupakan karyawan Indo Asia yang diberi kesempatan menjajal pesawat keluaran terbaru Sukhoi untuk kepentingan komersial itu.

Selain mereka, ada beberapa anggota keluarga lainnya yang datang, namun sebagian enggan untuk diwawancarai. Mereka pun masih tidak percaya jika nama-nama dari manifes pesawat adalah keluarganya.

Sheny Ayat mengaku sangat yakin menantunya, Ruli Dermawan (IndoAsia) selamat. Wanita tua ini terlihat sangat tabah dan tegar saat melihat daftar nama yang terpampang di dinding. “Saya yakin selamat, tetapi wallahua’lam bis-sawab,” katanya. [ing]4

Rabu, 29 Agustus 2012

airport ter-ekstrim

Bandara Ter-Ekstrim Di Dunia

Pada masa awal penerbangan, bandara hanyalah sebuah tanah lapang berumput yang bisa didarati pesawat dari arah mana saja tergantung arah angin. Di masa Perang Dunia I, bandara mulai dibangun permanen seiring meningkatnya penggunaan pesawat terbang dan landas pacu mulai terlihat seperti sekarang. Setelah perang, bandara mulai ditambahkan fasilitas komersial untuk melayani penumpang. Sekarang, bandara bukan hanya tempat untuk naik dan turun pesawat. Dalam perkembangannya, berbagai fasilitas ditambahkan seperti toko-toko, restoran, pusat kebugaran, dan butik-butik merek ternama apalagi di bandara-bandara baru, tak heran sekarang bandara menjadi pusat transportasi yang sibuk. tidak itu saja hal yang menarik tentang bandara di beberapa negara ada hal yang unik tentang bandara, berikut daftar 9 bandara terunik di Dunia.

9. Gibraltar
 
Airport ini terletak di kota gibraltar, salah satu pulau yang termasuk dalam persemakmuran inggris, ia terletak di bagian barat daya Eropa, tepatnya di bagian selatan pesisir Spanyol.  keunikan airport ini seperti yang bisa kita lihat di gambar, dimana di airport ini terdapat jalan raya yang menghubungkan 2 sisi kota, dan terletak di tengah-tengah runway airport tersebut. Jika di Indonesia rel kereta api yang melintang di jalan raya tapi kalau disini run away pesawat.






8.Lukla

Gunung yang tinggi di satu sisi dan jurang ribuan meter di sisi yang lain. Airport ini terletak di ketinggian 2900 meter dari permukaan laut, jadi hampir tidak ada kekuatan yang cukup untuk tinggal landas

Lukla Airport adalah airport kecil di kota Lukla di timur Nepal. Pada bulan Januari 2008, pemerintahan Nepal mengumumkan bahwa airport tersebut akan diganti namanya menjadi Airport Sir Edmund Hillary, orang pertama kali yang berhasil mencapai puncak everest. Airport ini sendiri cukup populer karena banyak yang menggunakannya sebagai titik awal pendakian puncak Everest.






7.Madeira Airport

Madeira Airport dikenal juga sebagai Funchal Airport atau juga Santa Catarina Airport. Airport ini merupakan airport internasional yang berlokasi di dekat kota Funchal, Madeira. Airport ini mengontrol lalu lintas pesawat baik domestik maupun internasional dari kepulauaan Madeira.

Airport ini pernah tidak disukai karena runway yand pendek dan dikelilingi gunung dan lautan luas, hal ini membuat proses take off dan landing sangat sulit bahkan untuk pilot profesional sekalipun. Panjang runway aslinya hanya 1,4 kilometer tetapi ditambah lagi 400 meter setelah terjadi kecelakaan pada tahun 1977. Kemudian pada tahun 2003 airport ini dibangun kembali dengan panjang runway yang ditingkatkan hampir dua kali lipatnya di atas laut dengan menggunakan balok-balok penahan beban setinggi 70 meter.




6.Barra International Airport

Airport ini merupakan airport satu-satunya di dunia yang memakai pantai sebagai landasannya. Bila anda ingin mengunjunginya, anda bisa memesan British airways yang melayani jalur ke Barra dari Glasgow atau Benbecula. airport ini dipenuhi air waktu pasang tiba dan bila anda datang pada sore menjelang malam hari, anda mungkin menemukan beberapa mobil diparkir dengan lampu yang menyala untuk membantu pilot.






5.Gustaf III (St.Barthelemy)

Gustaf III Airport dikenal juga sebagai Saint Barth茅lemy Airport adalah airport komersial yang pedesaan St. Jean di kepulauan Karibia di Saint Barth茅lemy. Baik airport dan nama kotanya dinamakan berdasarkan nama King Gustav III dari Swedia.

Airport ini melayani pesawat komersial kecil yang beroperasi secara regional. Rata-rata pesawat yang menyinggahinya tidak berpenumpang lebih dari 20 orang seperti pesawat Twin Otter. Pendeknya landasan yang berakhir di pantai dan awal landasan yang tertutup bukit membuat airport ini berbahaya bagi turis yang berjemur di ujung landasan.






4.Courchevel
 
Courchevel adalah nama tempat olahraga ski di pegunungan Alpen, Perancis. Airport ini memiliki beberapa kendala seperti pendeknya landasan yang hanya 525 m dan derajat kemiringan sampai 18.5%. Saking pendeknya, pilot harus mendarat di landasan yang menanjak dan terbang kearah landasan yang menurun.

Siapakah yang mendarat di sini ? salah satunya adalah Pierce Brosnan, sewaktu membintangi film James Bond "Tommorow never dies" di pembukaan film tersebut. Lainnya ? kita harus menggunakan helikopter atau pesawat charter kecil dan pilotnya pun harus ditraining terlebih dahulu sebelum mendarat disana.






3.Kai Tak International Airport
 
bandara ini terletak di hongkong, sekarang bandara ini ditutup dan diganti dengan yang baru Bandara Internasional Hong Kong di Chek Lap Kok, 30 km ke arah barat.
Dengan berbagai gedung pencakar langit dan gunung-gunung yang terletak di sebelah utara dan satu-satunya landasan pacu yang menjorok ke laut, pendaratan disinilah yang terkenal "sulit"nya. pendaratan pesawat di runway 13 harus dilakukan berbelok dan menukik sekitar 40 derajat. bandara ini sudah banyak memakan korban bahkan salah satunya Garuda Indonesia 747-200.








ini slah satu korban di kai tak airport.....




2.Juancho E. Yrausquin Airport

Juancho E. Yrausquin Airport adalah satu-satunya airport pulau Saba di kepulauan Karibia. Airport ini sangat terkenal dengan bagaimana cara pesawat dapat take off dari landasan. Yrausquin Airport memiliki porsi yang besar dalam melayani penerbangan di pulau Saba. Beberapa pakar penerbangan memiliki opini bahwa airport ini merupakan salah satu airport paling berbahaya di dunia walaupun tidak ada tragedi besar yang terjadi di sini. Di ujung landasan terdapat huruf X besar yang menandakan bahwa airport ini tidak untuk penerbangan komersial.

Bahaya datang dari kondisi geografis dari airport itu sendiri, di satu sisi bukit yang tinggi dan dikedua ujung landasan terdapat jurang yang langsung menuju lautan. Sangat berbahaya bagi pesawat dengan kemungkinan tidak dapat mendarat karena menabrak jurang atau kurang tenaga untuk take off yang menyebabkan jatuh ke jurang juga.




1.Princess Juliana International Airport (St.Marteen)

Tidak perlu diterangkan lagi apa bahayanya, tinggal anda lihat saja gambarnya. Landasan ini sangat dekat dengan pantai yang selalu dipenuhi oleh para turis yang sedang berjemur. Walaupun belum pernah ada kecelakaan serius yang mengakibatkan korban jiwa, tetapi baik saat tinggal landas maupun saat mendarat semburan jet (Jet blast) dari pesawat-pesawat tersebut dapat menyebabkan kecelakaan fatal bagi turis yang berada di sekitarnya.

Selasa, 28 Agustus 2012

airport termewah in the word

Inilah Airport Termewah di Dunia !

Keterangan tentang airport Dubai ini ada di bawah





























World Most Luxurious Airport in Dubai

Dubai was really a wealthy country with their oil, there's really like the heaven on the earth, all the things made by Dubai was really amazing, even it the residence in palm island, or either the Dubai sky crapper building or maybe the Atlantis hotel in Dubai, all of them was really fancy and truly amazing.. now we got another wealth symbol of Dubai, this is the most luxurious airport in Dubai. Dubai has some serious money to spend in making this most luxurious airport in the world.

Ok below is the information of this Luxurious Airport in Dubai directly from Dubai Information Site.

In summer of 2008 Dubai International Airport opened its new 3,400 square meter VIP facility, the ‘Al Majlis’. The facility is located near Dubai Airport’s terminal 3 and offers exclusive services for all frequent fliers transiting in Dubai.

The facility will fits 150 passengers at one time and includes all the luxuries of your home or office, whatever your need might be. The number of transit passengers who visited the old VIP facility was increasing almost 15% every year. In 2007, the old VIP facility served almost 70,000 customers and took in Dhs. 33 millions.

Dubai Airport officials wanted to improve the older VIP facility located elsewhere. The intention was to establish an “improved, bigger and better VIP facility,” said Zaigman Ali, senior officer for press relations and communications for Dubai Airports. The new Dubai Airport facility expects to serve 85,000 customers in 2008 and more in the next year.

“At Dubai Airports, we are constantly seeking to add value to our product offerings, and enhance the quality of customer service. The new Al Majlis VIP facility is a reflection of that very approach.

A dedicated, state-of-the-art facility for Al Majlis means that we have the additional capacity and the latest in technology to enable us to serve our customers better,” said Paul Griffiths, CEO of Dubai Airports.

The VIP facility will has a glamorous reception for all guests, 17 luxury lounges for those waiting to depart and meeting rooms for business men and women to conduct business while in transit.

The facility also includes shower facilities so you can quickly freshen up, free wireless internet, luggage service, secured parking, a duty free shop within the area, ATM machines and limousine service, all with multiple payment options for your convenience.

The facility is designed to accommodate for everyone with special needs as well. The idea is to provide a home-like or office-like environment so you don’t feel like you are traveling. In fact no matter how much you hate getting in the plane, the arrangements will make you want to look forward to traveling.

The facility is completely integrated with the airport in the sense that it has services like check-in, check-out and immigration. It promises to be faster and more personal due to a smaller group of passengers that it serves relative to the rest of the airport.

runway terpanjang di indonesia

Share
Setelah pada postingan terdahulu kita membahas 10 Airport terunik di Dunia dan 10 Bandara terbaik di Dunia kali ini kita akan membahas 10 Bandara dengan Runaway terpanjang di Indonesia.

Landasan pacu (runway) adalah bagian yang paling vital dari sebuah bandara. Panjang landasan tiap bandara beragam yang disesuaikan dengan kebutuhan. Indonesia sendiri memiliki beberapa bandara Internasional dengan landasan pacu yang cukup panjang. Hingga kini, bandara Hang Nadim dengan panjang runway 4,025 meter, masih merupakan bandara dengan landasan pacu terpanjang di Indonesia. Namun nantinya, pada tahun 2012, Hang Nadim akan menempati posisi kedua saat bandara Kuala Namu di Medan mulai beroperasi dengan landasan pacu sepanjang 4.450 meter.

Berikut ini adalah 10 Bandara dengan Runaway terpanjang di Indonesia :

1. Bandara Minangkabau (2,749 m).


Bandara berkode PDG ini mulai dioperasikan secara penuh pada 22 Juli 2005 menggantikan Bandara Tabing. Memiliki luas total 4.27 km² dengan satu bangunan terminal untuk penerbangan Internasional dan domestik. Diberi nama Minangkabau sesuai dengan nama suku yang mendiami provinsi ini, dan merupakan bandar udara pertama di dunia yang memiliki nama sebuah suku atau etnis. Bandara ini berada di daerah Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman dan berjarak kurang lebih 19 km dari pusat kota Padang. Bandar udara ini dibangun dengan arsitektur Minangkabau. Dengan landasan pacu sepanjang 2,750 meter.

2. Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (3,000 m).

Bandara yang melayani Banda Aceh dengan kode BT terletak di wilayah Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Bandara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura II untuk melayani rute domestik dan internasional. Saat ini sudah ada dua penerbangan internasional, yaitu Air Asia ke Kuala Lumpur dan Firefly ke Penang. Bandara ini juga pernah difungsikan sebagai basis pengiriman obat-obatan sesudah Gempa bumi Samudera Hindia 2004, yang hilir mudik dari berbagai wilayah di Dunia, kepada para pengungsi yang terisolir di berbagai wilayah yang dihantam Tsunami di Aceh.

3. Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (3,000 m).


Bandara dengan kode penerbangan PLM ini terletak di wilayah KM.10 Kecamatan Sukarame. Namanya ini diambil dari nama Sultan Mahmud Badaruddin II (1767-1862), seorang pahlawan daerah yang pernah memimpin Kesultanan Palembang Darussalam. Bandara ini telah resmi menjadi bandara bertaraf internasional dan bisa didarati oleh pesawat yang berbadan besar pada 1 Januari 1970. Pengembangan bandara tersebut mulai dilakukan pada 1 Januari 1990 dengan total biaya Rp367 Milyar. Saat ini bandara dapat didarati pesawat Airbus A330 dan sejenisnya serta Boeing 747 . Setelah itu akan ada pembangunan jalan tol Indralaya-Palembang-Bandara Sultan Mahmud Badarudin II untuk mempermudah akses ke Bandara.

4. Bandara Internasional Polonia (3,000 m).

Kata ‘Polonia’ merupakan kata dalam bahasa Latin yang artinya ‘Polandia’. Sebelum menjadi bandar udara, kawasan tersebut merupakan lahan perkebunan milik orang Polandia bernama Baron Michalsky. Tahun 1872 dia mendapat konsesi dari Pemerintah Belanda untuk membuka perkebunan tembakau di Sumatra Timur di daerah Medan. Kemudian dia menamakan daerah itu dengan nama Polonia, nama negeri kelahirannya. Bandara yang berkode MES mempunyai luas sebesar 144 hektar. Dihitung dari jumlah arus penumpang, Polonia adalah bandara terbesar ke-4 di Indonesia setelah Soekarno-Hatta, Ngurah Rai dan Juanda. Dari tahun ke tahun arus penumpang cenderung mengalami peningkatan hingga 20 persen. Karena letaknya yang sangat dekat dengan pusat kota, yaitu sekitar 2 km, mengakibatkan bangunan-bangunan di Medan dibatasi tingginya. Selain itu, bandara ini juga diperkirakan sudah atau hampir melebihi kapasitasnya. Menurut rencana, pada tahun 2012 bandara Medan akan dipindahkan ke Kuala Namu, di Kabupaten Deli Serdang.

5. Bandar Udara Internasional Juanda (3,000 m).

Bandara yang melayani Surabaya, Jawa Timur dan sekitarnya ini, terletak di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, 20 km sebelah selatan kota Surabaya. Memiliki luas sebesar 51 ribu m², atau sekitar dua kali lipat dibanding terminal lama yang hanya 28 ribu m². Bandara baru ini juga dilengkapi dengan fasilitas lahan parkir seluas 29 ribu m² yang mampu menampung lebih dari 3.000 kendaraan. Bandara ini diperkirakan mampu menampung 6 juta hingga 8 juta penumpang per tahun dan 120.000 ton kargo/tahun. Bandara Juanda merupakan bandara terbesar ketiga di Indonesia setelah Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai.

6. Bandara Internasional Ngurah Rai (3,000 m).

Nama bandara ini diambil dari nama I Gusti Ngurah Rai, seorang pahlawan Indonesia dari Bali. Bali merupakan destinasi utama wisata Indonesia, sehingga bandara ini juga dipadati penerbangan dengan tujuan ke berbagai negara lain. Bandara berkode DPS ini dikenal juga sebagai Denpasar International Airport. Terletak di sebelah selatan Bali, tepatnya di daerah Tuban, Kuta, sekitar 13 km dari Denpasar. Bandara ini adalah bandara terbesar kedua setelah bandara Soekarno-Hatta. Desain arsitektur Bali mewarnai terminal bandara.

7. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin (3,100 m).
Terletak 30 km dari Kota Makassar, provinsi Sulawesi Selatan. Meskipun berstatus bandara internasional, sejak 28 Oktober 2006 hingga Juli 2008 sempat tidak ada rute internasional kecuali penerbangan haji setelah rute internasional terakhir Hasanuddin, Makassar-Singapura ditutup Garuda Indonesia karena merugi. Sebelumnya, Silk Air dan Malaysia Airlines telah terlebih dahulu menutup jalur internasional mereka ke Hasanuddin. Air Asia membuka kembali rute Makassar-Kuala Lumpur mulai 25 Juli 2008.

8. Bandar Udara Frans Kaisiepo (3,571 m)

Bandar Udara Frans Kaisiepo adalah bandar udara yang terletak di Kecamatan Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Bandara ini menjadi pusat penerbangan pada masa penjajahan Belanda di Indonesia dan pada masa pembebasan Irian Barat. Landasan pacu yang digunakan masih digunakan saat ini merupakan peninggalan Belanda yang dibangun pada masa Perang Dunia II. Saat ini, bandara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura I. Bandara ini menempati posisi ketiga sebagai bandara dengan landasan pacu terpanjang di Indonesia.

9. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (3,660 m).

Bandara yang berkode CGK ini biasa juga disebut Soetta. Terletak sekitar 20 km barat Jakarta, di Kabupaten Tangerang, Banten. Operasinya dimulai pada 1985, menggantikan Bandar Udara Kemayoran (penerbangan domestik) di Jakarta Pusat, dan Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur. Bandar Udara Kemayoran telah ditutup, sementara Bandar Udara Halim Perdanakusuma masih beroperasi, melayani penerbangan charter dan militer. Terminal 2 dibuka pada tahun 1992. Bandara ini memiliki luas 18 km², memiliki dua landasan paralel yang dipisahkan oleh dua taxiway sepanjang 2,400 m. Bandara yang dirancang oleh arsitek Perancis Paul Andreu ini merupakan bandara terbesar di Indonesia.

10. Bandara Hang Nadim – Batam ( 4,025 m).

Hingga kini, Bandara Internasional Hang Nadim dengan kode penerbangan BTH ini merupakan bandara dengan landasan pacu terpanjang di Indonesia. Beroperasi di tahun 1965 dan sejak 1994 mulai melayani melayani penerbangan internasional. Dengan landasan pacu sepanjang 4,025 meter, Hang Nadim mengalahkan panjang runway bandara lain, tidak hanya bandara Soekarno-Hatta (3,660 m) tapi juga bandara internasional negara lainnya seperti Changi (4,000 m) di Singapura atau Narita (4,000 m) di Jepang.